Wednesday, September 9, 2009

“Anoreksia” Sexi Atau Mati?

Photobucket Tahukah Anda apakah “Anoreksia”? Ya,anoreksia adalah kelainan psikis yang diderita seseorang berupa kekurangan nafsu makan meski sebenarnya ia merasa lapar dan berselera terhadap makanan. Anoreksia sering terjadi pada wanita baik remaja,dewasa maupun yang baru memasuki masa pubertas. Gangguan tersebut disebabkan oleh ketakutan bahwa tubuh akan menjadi gemuk setelah makan, dan ketakutan mental itu diwujudkan melalui penyiksaan fisik. Sekitar 95 persen penderita anoreksia adalah perempuan berstatus sosial ekonomi menengah ke atas. Hal ini karena golongan menengah ke atas selalu mementingkan penampilan mereka tanpa menyadari akibatnya terhadap kesehatan tubuhnya sehingga mereka merasa minder saat bergaul dengan teman-teman mereka yang memiliki body yang bagus.Selain itu banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan dalam pola makan tersebut, seperti kelainan genetik, tekanan sosial untuk menjadi langsing, tekanan dari teman sebaya, tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya prestasi sebagai nilai kebanggaan keluarga, mempunyai orang tua yang sangat sibuk dengan dunia mereka sendiri sehingga penderita anoreksia biasanya merasa harus menjadi sempurna agar mendapat perhatian dari orang tua mereka.

Gejala umum anoreksia, yaitu depresi, kepercayaan diri yang rendah, penampilan yang tidak proporsional, hubungan keluarga yang terganggu, nafsu makan berkurang,sulit mengontrol emosi, mudah terjangkit penyakit, berat badan ringan, kekurangan nutrisi, ketakutan berlebihan terhadap kegemukan, menyembunyikan atau sengaja membuang makanan, selain itu ditandai juga dengan perubahan fisik, seperti rambut rontok, terhentinya ovulasi dan menstruasi, detak jantung melambat,tekanan darah rendah serta tidak mampu menahan rasa dingin. Karena penyakit ini sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian, maka diperlukan perhatian yang sangat besar untuk menghadapi masalah anoreksia.

Langkah awal penyembuhan anoreksia bisa dimulai dari lingkungan sekitar terutama keluarga. Kebanyakan penderita menyangkal bahwa dia sedang sakit dan menolak untuk ditolong. Tetapi anggota keluarga harus selalu memperhatikannya terutama pola makannya dan dengan sabar memberikan penjelasan agar dia sadar apa yang telah dia lakukan itu salah.Langkah penyembuhan lain adalah dengan melakukan psikoterapi pada penderita, keluarga maupun lingkungan tempat penderita berasal. Pemberian obat, termasuk antidepresan, kadang-kadang juga diperlukan dalam situasi tertentu. Selain itu terapi gizi juga penting sebagai asupan vitamin dan mineral bagi penderita untuk memulihkan kondisi badan.Namun jika langkah-langkah tersebut tidak membawa hasil, jalan satu-satunya yaitu dengan membawa penderita ke rumah sakit untuk diopname.Hal itu dilakukan jika berat badan penderita menurun hingga 25% dari berat normal atau jika organ-organ vital dalam tubuh mengalami cedera.

Jadi,sudah tahukah Anda apa itu “anoreksia” ? Dan betapa berbahayanya penyakit tersebut bagi tubuh, so jangan coba-coba Anda untuk melakukannya. Ingatlah bahwa pola makan sehat adalah cara hidup yang terbaik.








Related Article:
Wanita dan Rokok
Lemak yang Dibutuhkan Tubuh

Menu Sehat Sesuai Golongan Darah O
Mengenal Jenis Diet I
Periksa Payudara Sendiri
Vaginal Douching
 

©2009 Woman Lifestyle | by TNB